Beranda Lifestyle Health Penyakit Autoimun, Apaan Sih Itu?

Penyakit Autoimun, Apaan Sih Itu?

23
0

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab penyakit autoimun. Seperti telah diketahui bahwa DM tipe 1 adalah penyakit yang disebabkan karena berlebihnya kadar gula dalam darah. Mulai dari otot, kulit, syaraf, sendi, mata, jantung, otak, paru-paru, ginjal saluran pencernaan, pembuluh darah dan lain sebagainya. Berdasarkan penelitian, 1 dari 10.000 anak menderita penyakit JIA ini. Riwayat penyakit Autoimun yang diderita keluarga bisa meningkatkan resiko terjangkitnya penyakit Autoimun yang sama pada bayi. Jika Anda ingin mengonsumsi sayuran, hindari sayuran yang berasal dari keluarga nightshades atau Solanaceae yang dapat memperburuk kondisi penyakit autoimun seperti tomat, terong, paprika, maupun kentang. Misalnya, apabila Anda menderita penyakit celiac alangkah baiknya jika Anda mengonsumsi makanan yang bebas dari gluten. Penyakit celiac merupakan penyakit autoimun di mana apabila penderitanya mengonsumsi gluten, sistem imun tubuh akan menyerang bagian usus halus. Hal ini akan sangat membantu dokter dalam melakukan pemeriksaan secara intensif. Untuk jenis penyakit JIA biasanya akan terdeteksi saat anak berusia 7-12 tahun.

Autoimun

Bagi anak-anak yang terserang DM tipe 1 biasanya bisa terdeteksi sejak anak berusia 4-6 tahun atau saat anak memasuki usia 10-14 tahun. Sedangkan untuk penyakit Lupus yang banyak menyerang perempuan, biasanya mulai terdeteksi saat anak berusia sekitar 12 tahun. Penyakit lupus disebabkan karena sistem imun menyerang sel, jaringan atau organ tubuh penderita. Namun, beberapa penyakit Autoimun yang dialami oleh anak adalah DM (Diabetes Melitus) tipe 1, Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA), dan penyakit Lupus (Systemic Lupus Erythematosus / SLE). Beberapa penyakit autoimun yang sering menyerang antara lain lupus eritematous sistemik (SLE), diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis (RA), psoriasis, celiac disease, inflammatory bowel disease (IBD), dan multiple sclerosis. Menurut penelitian dari 10.000 anak, 1-2 anak terserang penyakit DM tipe 1 ini. Makanan fermentasi dari produk susu juga harus dihindari. Jenis makanan yang dikonsumsi pun berdasarkan dengan penyakit autoimun apa yang diderita. Apa Sih Autoimun itu? Apa Saja Yang Dibutuhkan Anak-anak Untuk Menghadapi Penyakit Autoimun ini?

Baca Juga
Raditya Dika Terserang Penyakit Autoimun, Kenali Jenis-jenisnya

Meski punya penyakit autoimun, tapi bukan berarti Anda harus berdiam diri. Oleh sebab itu, hindari paparan bahan-bahan kimia dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan jika berkontak langsung dengan bahan-bahan kimiawi tertentu. Lihatlah hidup dengan positif, lakukan hal-hal yang Anda senangi, dan jangan ragu untuk memanjakan diri untuk mengatasi stres. Selain itu, olahraga juga bisa mengurangi stres atau kecemasan, meningkatkan energi, dan memperbaiki mood. Selain itu, faktor lain seperti infeksi dan paparan terhadap bahan-bahan pelarut atau kimiawi, juga dianggap dapat memperburuk kondisi penyakit autoimun. Penting juga untuk mencegah penularan infeksi dari lingkungan sekitar, misalnya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, atau menggunakan masker jika berada di daerah yang berpolusi. Makanan yang boleh dikonsumsi pada saat Anda menjalankan diet AIP antara lain daging dan ikan (yang berasal dari alam), ubi manis, susu kelapa, alpukat, biji zaitun, minyak kelapa, madu, teh hijau, dan cuka apel. Penyakit Autoimun terdiri dari sekitar 80 jenis penyakit.

Autoimun

Tak sedikit mereka yang terdiagnosis penyakit autoimun merasa patah semangat untuk sembuh, karena sampai saat ini penyakit tersebut belum dapat disembuhkan secara total. Autoimun adalah penyakit yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh (imun) justru menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh. Hidup dengan penyakit autoimun memang harus ekstra hati-hati. Selain dengan obat-obatan, menjaga pola makan turut berperan besar dalam mengurangi gejala yang muncul. Penyakit autoimun memang tak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat. Kerjanya adalah dengan menenangkan reaksi peradangan, sehingga respons imun yang berlebihan pun ikut menurun. Beberapa ahli menyebutkan, bahwa faktor genetik atau keturunan ikut andil menjadi penyebab. Olahraga justru dapat membantu mengurangi kelelahan atau nyeri yang berkepanjangan akibat penyakit. Olahraga yang tepat dapat membantu tubuh beradaptasi. Meski demikian, olahraga tak boleh dilakukan secara berlebihan supaya tak membuat tubuh stres, sehingga dapat memicu kemunculan gejala yang lebih berat. Mulalilah dengan perlahan. Olahraga yang dilakukan dengan gembira bisa menghasilkan endorfin. Itulah mengapa operasi caesar perlu dilakukan saat persalinan.

Baca Juga
Mengapa Kelaparan Kadang Menyebabkan Mual?

Ibu hamil penderita Autoimun perlu beberapa obat tambahan untuk mengatasi Autoimun yang diderita. Membantu anak mengatasi ketegangan dalam hidup. Bantu anak mengatasi teman sebaya yang mungkin saja melakukan bullying. Gejala inilah yang bisa menimbulkan efek bullying di sekolah anak. Sebagai permulaan silakan kunjungi dokter umum untuk berkonsultasi terkait gejala Autoimun yang dialami oleh anak. Penelitian menyebutkan masalah dalam hidup anak misalnya dampak psikologis akibat perceraian orang tua bisa memperparah penyakit Autoimun ini. PENYAKIT autoimun merupakan kondisi imun tubuh menyerang tubuh penderitanya. Secara garis besar, Ibu hamil yang mengalami Autoimun tidak berpengaruh pada bayi yang dikandung. Penderita JIA, bahkan bisa beresiko mengalami permasalahan pada tumbuh kembang, rusaknya persendian, dan peradangan pada mata. Pemberian obat-obatan pada penderita hanya bersifat membantu mengurangi gejala yang muncul. Meski pemberian obat dapat membantu mengurangi gejala yang muncul, tapi juga diperlukan pola hidup sehat untuk menjaga tubuh agar tetap bertenaga dan sehat. Meski penyakit tak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat seperti yang dijabarkan di atas, sehingga gejala yang muncul bisa diminimalkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here